PEREKONOMIAN INDONESIA
D
I
S
U
S
U
N
O
L
E
H
Nama : Taufika
Aristya Putri
Kelas : 1EB34
NPM : 2A214680
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena rahmat-Nya saya
dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul SISTEM PEREKONOMIAN
INDONESIA.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh sebab itu,
kritik dan saran yang membangun sangat saya butuhkan agar kedepannya kami mampu
lebih baik lagi.
Bekasi, Maret 2015
Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Menurut kamus bahasa Indonesia modern, sistem mempunyai arti
sekelompok dari pendapatan peristiwa yang di susun dan di atur baik-baik. Atau
cara,metode yang terartur untuk melakukan sesuatu. Setiap sistem memiliki tujuan.
Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang biasa di sebut
bagian,unsure dan komponen.
Sistem perekonomian Indonesia sudah terjadi pada awal peradaban
manusia. Orang-orang sudah melakukan kegiatan ekonomi dalam hal produksi, hanya
untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompoknya saja. Dengan kata lain saat
itu orang-orang belum terlalu berpikir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk
pihak lain atau dengan orang yang tidak di kenal. Walaupun orang-orang itu
harus berhubungan untuk memperoleh barang lain itu di sebut dengan barter,
untuk kepentingan masing-masing orang. Barter mempunyai arti perdagangan dengan
jalan tukar menukar barang.
Dengan semakin bertambahnya jumlah manusia beserta kebutuhannya
maka sangat di perlukan sistem perekonomian yang bisa mengatur dan
merencanakan. Supaya sistem perekonomian lebih teratur dan terencana.
1.2
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang di atas, maka kita dapat menyimpulkan beberapa rumusan masalah.
Sebagai berikut:
1.
Pengertian Sistem ?
2.
Pengertian Sistem Ekonomi Indonesia?
3.
Mengapa kita perlu sistem perekonomian?
1.3
Tujuan Penulisan
Untuk
memberikan suatu wawasan dan pengetahuan mengenai perekonomian Indonesia bagi
penulis dan pembaca, agar lebih memahami perkembangan ekonomi di Indonesia
secara luas. Selain itu, makalah ini dibuat sebagai bahan penyelesaian tugas
makalah mata kuliah Perekonomian Indonesia.
BAB II
Sistem Ekonomi Indonesia
Sistem ekonomi yang dianut oleh
setiap bangsa berbeda-beda. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi
liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan
tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis
Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal
menjadi sistem ekonomi sosialis. Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang
dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi.
Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah
melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah
yang masih berlaku di Indonesia.
2.1
Pengertian
Sistem
Sistem
adalah suatu jaringan kerja dari prosedur - prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Sedangkan menurut beberapa
ahli pengertian sistem adalah sebagai berikut menurut :
a.
LUDWIG VON BARTALANFY : Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatuantar relasi diantara
unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
b.
ANATOL RAPOROT :
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama
lain.
c.
L. ACKOF :
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yangterdiri dari
bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
2.2
Sistem
Ekonomi dan Sistem Politik
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata
cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk
menraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh
beberapa faktor, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri
bangsa, dan struktur ekonomi.
Jenis
jenis sistem ekonomi:
1. Sistem Perekonomian
Pasar (Liberalis / Kapitalis)
Sistem ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah
sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan
penawaran). Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap
orang untuk memperoleh keuntungan yang seperti dia inginkan. Sistem ekonomi
liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.
Ciri-ciri
:
a.
Menerapkan system
persaingan bebas
b.
Kedaulatan
konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
c.
Peranan
pemerintah dibatasi
d.
Peranan modal
sangat penting
Kelebihan
:
a.
Setiap individu
bebas memiliki alat produksi sendiri
b.
Kegiatan ekonomi
lebih cepat maju karena adanya persaingan
c.
Produksi
didasarkan kebutuhan masyarakat
d.
Kualitas barang
lebih terjamin
Kekurangan :
a.
Sulit terjadi
pemerataan pendapatan
b.
Rentan terhadap
krisis ekonomi
c.
Menimbulkan
monopoli
d.
Adanya
eksploitasi
2. Sistem Perekonomian
Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem ekonomi etatisme/sosialis merupakan
sistem ekonomi dimana ekonomi diatur negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian
sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam
perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa
apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat
yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang
menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis
lainnya.
Ciri-ciri :
a.
Hak milik
individu tidak diakui.
b.
Seluruh sumber
daya dikuasai negara.
c.
Semua masyarakat
adalah karyawan bagi negara.
d.
Kebijakan
perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
Kelebihan :
a.
Pemerintah lebih
mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
b.
Kebutuhan
masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
c.
Pelaksanaan
pembangunan lebih cepat.
d.
Pemerintah bebas
menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
Kekurangan:
a.
Tidak ada
kebebasan untuk memiliki sumber daya.
b.
Potensi dan
kreativitas masyarakat tidak berkembang.
c.
Individu tidak
mempunyai kebebasan dalam berusaha
3. Sistem Ekonomi
Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran
atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis.
Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian
dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan
untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Ciri-ciri :
a.
Jenis dan jumlah
barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
b.
Hak milik swasta
atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan
umum.
c.
Pemerintah
bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
d.
Ada persaingan,
tetapi masih ada kontrol pemerintah
Kelebihan :
a.
Kestabilan
ekonomi terjamin.
b.
Pemerintah dapat
memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil
c.
Adanya kebebasan
berusaha dapat mendorong kreativitas individu
Kekurangan:
a.
Sulit menentukan
batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta
b.
Sulit menentukan
batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan swasta
Sedangkan, Sistem Politik adalah
kumpulan pendapat-pendapat dan lain-lain yang membentuk satu kesatuan yang
berhubung-hubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta
melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur hubungan antara
individu satu sama lainnya atau dengan negara dan hubungan negara dengan
negara.
Menurut
Gabriel A. Almond sistem polit memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Semua
sistem politik termasuk yang paling sederhana mempunyai kebudayaan politik.
Dalam pengertian bahwa masyarakat yang paling sederhanapun mempunyai sistem
politik yang terdapat dalam masyarakat yang apaling fleksibel sekalipun.
b. Semua
sistem politik menjalankan fungsi-fungsi yang sama walaupun tingkatanya
berbeda-beda yang ditimbulkan karena perbedaan struktur.
c. Semua
struktur politik baik pada masyarakat yang primitif maupun modern melaksanakan
banyak fungsi.
d. Semua
sistem politik adalah sistem campuran dalam pengertian kebudayaan. Secara
rasional tidak ada struktur dan kebudayaan yang semuanya modern atau primitif,
melainkan dalam pengertian kebudayaan, semuanya campuran antara unsur modern
dan unsur tradisional.
Menurut
Samuel P.Huntingon komponen sistem politik meliputi:
a. Kultur,
yaitu nilai-nilai, sikap, orientasi, mitos dan kepercayaan yang relevan
terhadap politik yang berpenagruh terhadap masyarakat.
b. Struktur,
yaitu organisasi formal dalam masyarakat yang digunakan untuk menjalankan
keputusan-keputusan yang berwenang.
c. Kelompok,
yaitu bentuk-bentk social dan ekonomi, baik formal maupun nonformal, yang
berpartisipasi dalam mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap struktur politik.
d. Kepemimpinan,
yaitu individu dalam lembaga-lembaga politik dan kelompok-kelompok politik yang
menjalankan pengaruh lebih daripada yang lainnya dalam memberikan alokasi
nilai-nilai.
e. Kebijakan,
yaitu pola-pola kegiatan pemerintahan yang secara sadar terbentuk untuk
mempengaruhi distribusi keuntungan dalam masyarakat
2.3
Kapitalisme dan
Sosialisme
Kapitalisme adalah sistem perekonomian
yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian
untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang
berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam
perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai
dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh
laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan
persaingan bebas dengan berbagai cara.
Ciri-ciri :
a.
Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
b.
Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
c.
Manusia dipandang sebagai mahluk
homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
d.
Paham individualisme didasarkan materialisme,
warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)
Sosialisme adalah suatu sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang
untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian
negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain
sebagainya.
Sistem ekonomi sosialisme adalah suatu
sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh
suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi
terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada
yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan. Sistem Sosialis ( Socialist
Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila
berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu
atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan
kepemilikan sosial.
Prinsip
Dasar :
a.
Pemilikan harta oleh Negara
b.
Kesamaan ekonomi
c.
Disiplin Politik
Ciri-ciri
:
a.
Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
b.
Peran pemerintah sangat kuat
c.
Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Konsep dari ekonomi kapitalisme sumber
kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh dengan cara bekerja keras di
mana setiap perorangan boleh memiliki kekayaan yang tiada batas, untuk mencapai
tujuan hidupnya. Dalam sistim ekonomi kapitalisme perusahaan di miliki oleh
perorangan. Terjadi nya pasar (market) dan terjadinya demand and supply adalah
ciri khas dari ekonomi kapitalisme. Keputusan yang diambil atas isu yang
terjadi seputar masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang
membawa masalah tersebut ke level yang lebih atas. Dan konsep ekonomi
sosialisme, sumber kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh lewat
pemberdayaan tenaga kerja (buruh), di semua bidang, pertambangan, pertanian,
dan lainnya. Dalam sistem Sosialisme, semua Bidang usaha dimiliki dan
diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan tidak terjadinya
supply dan demand, karena Negara yang menyediakan semua kebutuhan rakyatnya
secara merata. Perumusan masalah dan keputusan di tangani langsung oleh
negara.
|
Konsep
|
Kapitalisme
|
Sosialisme
|
|
Sumber
Kekayaan
|
Sumber kekayaan sangat langka( scarcity of
resources)
|
Sumber kekayaan sangat langka( scarcity of
resources)
|
|
Kepemilikan
|
Setiap pribadi di bebaskan untuk memiliki
semua kekayaan yang di peroleh nya
|
Sumber kekayaan di dapat dari pemberdayaan
tenaga kerja (buruh)
|
|
Tujuan
gaya hidup perorangan
|
Kepuasan pribadi
|
Ke setaraan penghasilan di antara kaum buruh
|
Perbedaan Konsep Ekonomi Kapitalisme,
dan Sosialisme
2.4
Persaingan
Terkendali
Berdasarkan sistem pemilikan sumber
daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan
bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik. Indonesia mengakui pemilikan
individual atas faktor-faktor produksi; kecuali untuk sumber daya yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Jadi secara
konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula
sosialisme. Sehubungan dengan persaingan antarbadan-usaha, tidak terdapat
rintangan bagi suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun
untuk menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang sudah
jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang
usaha. Jadi pada kesimpulannya, bahwa iklim persaingan berekonomi dan kompetisi
berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan
persaingan yang terencana-terkendali.
BAB
III
Sejarah
Ekonomi Indonesia
Indonesia
terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan
Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua.
Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut, ialah dari Tiongkok dan
Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini ada yang ke teluk Persia,
melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut Merah melalui Mesir dan sampai
juga ke laut Tengah (Van Leur). Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan
Indonesia dimulai pada abad pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan
Indonesia dengan daerah-daerah di Barat (kekaisaran Romawi).
Perdagangan di
masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh Van Leur mempunyai sifat
kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam perdagangan itu sangat
besar. Kejayaan suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan per
tahun, dan ramainya pelabuhan.Hal itu disebabkan, kekuasaan dan kekayaan
kerajaan-kerajaan di Sumatera bersumber dari perniagaan, sedangkan di Jawa,
kedua hal itu bersumber dari pertanian dan perniagaan. Di masa pra kolonial,
pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun dapat dikatakan bahwa
di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh
dalam perkembangan perekonomian Indonesia, bahkan hingga saat ini.
3.1
Sejarah Pra Kolonialisme
Pada
masa prakolonial (antara tahun 5-17 M), yaitu pada zaman kerajaan hindu-budha
dan kerajaan islam, dunia belum mengenal istilah Indonesia. Mereka menggunakan
istilah Nusantara untuk menyebut kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pada masa itu, terdapat banyak pusat kekuatan politik di wilayah nusantara,
seperti kerajaan Majapahit dan Mataram di Jawa, dan Kerajaan Sriwijaya di
Sumatera. Namun dengan adanya pusat-pusat kekuatan politik di setiap wilayah,
hal tersebut tidak dapat menyatukan orang-orang nusantara sebagai suatu bangsa.
Kerajaan-kerajaan tersebut saling berperang agar dapat memperluas daerah
kekuasaannya.
Paham
yang mereka miliki pada masa itu hanya sebatas paham geopolitik, yaitu
kesadaran bahwa mereka memiliki identitas yang sama, sama-sama terletak di
kawasan nusantara tapi mereka belum dapat dipersatukan sebagai suatu bangsa
secara politik. Sebagai salah satu pusat kebudayaan yang besar di wilayah Asia,
nusantara memiliki hubungan yang baik dengan Cina dibidang perdagangan, serta hubungan
dalam bidang kebudayaan (khususnya agama Hindu-Budha) dengan India. Kesadaran
geopolitik sebagai bangsa yang tinggal di wilayah nusantara digunakan oleh
raja-raja pada masa tersebut sebagai identitas untuk menghadapi kekuatan dari
wilayah lain.
Menurut
Kaelan, Menurut Mr. M. Yamin bahwa berdirinya Negara kebangsaan Indonesia tidak
dapat dipisahkan dengan kerajaan-kerajaan lama yang merupakan warisan nenek
moyang Indonesia. Sejarah Indonesia diawali dari Kerajaan Kutai. Masyarakat
Kutai menampilkan nilai-nilai sosial politik dan ketuhanan dalam bentuk
kerajaan, kenduri serta sedekah kepada para Brahmana.
Negara kebangsaan Indonesia terbentuk melalui
tiga tahap yaitu :
1.
Zaman Sriwijaya di bawah wangsa
Syailendra (600-1400), yang bercirikan kedaulatan. Kedua, Negara
kebangsaan zaman Majapahit (1293-1525) yang bercirikan keprabuan,
2.
Tahap tersebut merupakan Negara
kebangsaan Indonesia lama.
3.
Negara kebangsaan modern yaitu
Negara Indonesia merdeka( sekarang Negara Proklamasi 17 Agustus 1945) (
Sekretariat Negara RI.1995 : 11) .
Cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam
suatu Negara telah tercermin pada kerajaan Sriwijaya tersebut yaitu berbunyi
“marvuat vanua Criwijaya siddhayatra subhiksa” ( suatu cita-cita Negara yang
adil dan makmur) ( Sulaiman, tanpa tahun : 53).
Menurut Setijo, awalnya Indonesia dikenal
dengan nama kepulauan Nusantara semenjak adanya kerajaan Kutai (Kalimantan
Timur), Tarumanegara (Jawa Barat), Sriwijaya, dan Majapahit. Kerajaan Sriwijaya
dan Majapahit berhubungan dengan arti keterkaitan perumusan Pancasila, seperti
unsur-unsur yang berupa jiwa ke-Tuhanan (mereka hidup amat religius),
kemanusiaan (mereka suka melakukan kegiatan kemanusiaan, menjunjung tinggi
sikap tenggang rasa), persatuan (cinta tanah air dan mengutamakan keselamatan
bangsa), tata masyarakat dan tata pemerintahan (dilandasi unsure masyarakat),
dan keadilan sosial (dalam seluruh kehidupan rakyatnya).
3.2
Sistem Ekonomi
Kapitalisme Liberal
Sistem
ekonomi liberal kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan
faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta.
Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba. Sistem perekonomian/tata
ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti
memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam perekonomian
liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan
kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba
sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan
bebas.
Sistem
ekonomi liberal kapitalis lebih bersifat memberikan kebabasan kepada
individu/swasta dalam menguasai sumber daya yang bermuara pada kepentingan
masing-masing individu untuk mendapatkan keuntungan pribadi sebesar-besarnya.
Hal tersebut tidak terlepas dari berkembangnya paham individualisme dan
rasionalisme pada zaman kelahiran kembali kebudayaan Eropa (renaisance)
pada sekitar abad pertengahan (abad ke-XVI). Yang dimaksud dengan kelahiran
kembali kebudayaan Eropa adalah pertemuan kembali dengan filsafat Yunani yang
dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan modern setelah berlangsungnya Perang
Salib pada abad XII – XV. Cepat diterimanya kebudayaan Yunani oleh ilmuwan
Eropa tidak terlepas dari suasana masa itu, dimana Gereja mempunyai kekuasaan
yang dominan sehingga berhak memutuskan sesuatu itu benar atau salah. Hal
tersebut mendorong para ilmuwan untuk mencari alternatif diluar Gereja. Dalam
hal ini filsafat Yunani yang mengajarkan bahwa rasio merupakan otoritas
tertinggi dalam menentukan kebenaran, sangat cocok dengan kebutuhan ilmuwan
Eropa waktu itu.
Pengaruh
gerakan reformasi terus bergulir, sehingga mendorong munculnya gerakan
pencerahan (enlightenment) yang mencakup pembaruan ilmu pengetahuan,
termasuk perbaikan ekonomi yang dimulai sekitar abad XVII-XVIII. Salah satu
hasilnya adalah masyarakat liberal kapitalis. Namun gerakan pencerahan tersebut juga membawa dampak
negatif. Munculnya semangat liberal kapitalis membawa dampak negatif yang
mencapai puncaknya pada abad ke-XIX, antara lain eksploitasi buruh, dan
penguasaan kekuatan ekonomi oleh individu. Kondisi ini yang mendorong
dilakukannya koreksi lanjutan terhadap sistem politik dan ekonomi, misalnya
pembagian kekuasaan, diberlakukannya undang-undang anti monopoli, dan hak buruh
untuk mendapatkan tunjangan dan mendirikan serikat buruh.
Macam macam Sistem Liberan Kapitalis:
a.
Sistem liberal kapitalis awal/klasik.
Sistem ekonomi liberal kapitalis klasik berlangsung
sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX, dimana individu/swasta
mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan
tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk mencapai kepentingan individu
tersebut, sehingga mengakibatkan munculnya berbagai ekses negatif diantaranya
eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan ekonomi. Untuk masa sekarang, sitem liberal
kapitalis awal/klasik telah ditinggalkan
b.
Sistem liberal kapitalis modern.
Sistem ekonomi liberal
kapitalis modern adalah sistem ekonomi liberal kapitalis yang telah
disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling mencolok adalah diterimanya
peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian. Pentingnya peranan pemerintah
dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian. Selain itu,
kebebasan individu juga dibatasi melalui pemberlakuan berbagai peraturan,
diantaranya undang-undang anti monopoli (Antitrust Law). Nasib pekerja
juga sudah mulai diperhatikan dengan diberlakukannya peraturan-peraturan yang
melindungi hak asasi buruh sebagai manusia.
Serikat buruh juga diijinkan berdiri dan memperjuangkan
nasib para pekerja. Dalam sistem liberal kapilalis modern tidak semua aset
produktif boleh dimiliki individu terutama yang berkaitan dengan kepentingan
masyarakat banyak, pembatasannya dilakukan berdasarkan undang-undang atau
peraturan-peraturan. Untuk menghindari perbedaan kepemilikan yang mencolok,
maka diberlakukan pajak progresif misalnya pajak barang mewah.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal
kapitalis modern antara lain :
1.
Di benua Amerika, antara lain Amerika Serikat, Argentina,
Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Kanada, Maksiko, Paraguay,
Peru dan Venezuela.
2.
Di benua Eropa, sebagian besar menganut sistem ini antara
lain Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Denmark, Prancis,
Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris.
3.
Di benua Asia, antara lain India, Iran, Israel, Jepang,
Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, Malaysia, Singapura.
4.
Kepulauan Oceania, antara lain Australia dan Selandia
Baru.
5.
Di benua Afrika, sistem ekonomi ini terbilang masih baru.
Negara yang menganut antara lain Mesir, Senegal, Afrika Selatan
3.3
Era Pendudukan
Jepang
Pada tanggal 8 Maret 1942 tentara Hindia
Belanda menyerah tanpa syarat kepada pihak Jepang di Kalijati. Dengan demikian
Belanda menyerahkan seluruh wilayah Hindia Belanda kepada pemerintah bala
tentara Jepang. Kedatangan tentara Jepang pada mulanya mendapat sambutan baik
oleh sebagian rakyat Indonesia karena mereka datang dengan semboyan sebagai
saudara tua yang akan membebaskan bangsa-bangsa Asia dari penjajahan Barat.
Namun pendudukan Jepang di Indonesia dalam beberapa bulan saja telah
menunjukkan kekejamannya, bala tentara Jepang melakukan penindasan, pemerasan
tenaga, perampasan kekayaan alam dan sebagainya. Dalam usaha Mengembalikan
simpati Rakyat Indonesia Di bidang ekonomi, Jepang menjalankan politik dumping,
yakni menjual barang-barang dengan harga lebih murah di luar negeri dari pada
di Jepang sendiri.
Aspek Kehidupan Ekonomi Bangsa Indonesia pada
masa Penjajahan Jepang adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan ekomoni masyarakat Indonesia pada
masa Jepang diarahkan untuk kepentingan Jepang. Jepang berusaha untuk menguasai
dan mendapatkan semua sumber-sumber bahan mentah untuk industri Jepang. Jepang
dalam rangka untuk mewujudkan ambisinya melaksanakan konsep ekonomi Hakko
ichiu bahwa Jepang berkeinginan untuk menjadikan seluruh kawasan Asia
Pasifik ada di bawah kendali Jepang dengan Asia Pacifik Timur Raya.
2. Pemerintah pendudukan Jepang mulai
mengeluarkan peraturan-peraturan untuk menjalankan ekonomi. Semua harta benda
dan perusahaan perkebunan sekutu disita dan perusahaan vital seperti
pertambangan, telekomunikasi dan perusahaan transport langsung dikuasai
pemerintah Jepang. Jepang juga mengadakan pembatasan-pembatasan dan penguasaan
alat-alat produksi yang merupakan ciri ekonomi perang. Sistim autarki artinya
setiap daerah harus mencukupi kebutuhan sendiri serta harus dapat menunjang
kebutuhan perang. Selain itu juga rakyat masih dibebani pekerjaan yang bersifat
wajib. Rakyat dipaksa untuk dijadikan romusha.
Dampak Positif pada masa Pendudukan Jepang di
bidang ekonomi bagi Bangsa Indonesia adalah :
a.
Didirikannya
kumyai yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
b.
Diperkenalkan
suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem
pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan
produksi pangan.
Dampak Negatif pada masa Pendudukan Jepang di
bidang ekonomi bagi Bangsa Indonesia adalah :
a.
Penghapusan semua
organisasi politik dan pranata sosial warisan Hindia Belanda yang sebenarnya
banyak diantaranya yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan, sosial,
ekonomi, dan kesejahteraan warga.
b.
Romusha,
mobilisasi rakyat Indonesia (terutama warga Jawa) untuk kerja paksa dalam
kondisi yang tidak manusiawi.
c.
Penghimpunan
segala sumber daya seperti sandang, pangan, logam, dan minyak demi kepentingan
perang. Akibatnya beras dan berbagai bahan pangan petani dirampas Jepang
sehingga banyak rakyat yang menderita kelaparan.
d.
Krisis ekonomi
yang sangat parah. Hal ini karena dicetaknnya uang pendudukan secara
besar-besaran sehingga menyebabkan terjadinya inflasi.
e.
Kebijakan self
sufficiency (kawasan mandiri) yang menyebabkan terputusnya hubungan
ekonomi antar daerah.
Pada masa sebelum merdeka sistem perekonomian
Indonesia masih diatur oleh penjajah yang pada saat itu sangat merugikan
Indonesia, karena semua sumber daya alam yang ada di Indonesia dikuras oleh
para penjajah. Pada saat itu banyak masyarakat Indonesia yang dijadikan sebagai
budak di negaranya sendiri. Mereka semua diperlakukan tidak adil.
Negara penjajah yang paling merugikan
Indonesia adalah Jepang, karena pemerintah militer Jepang melakukan perombakan
besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan masyarakat
merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan
makanan dipasok untuk kebutuhan militer. Tidak hanya pemerintah militer Jepang
yang merugikan Indonesia, pemerintah Belanda pun sangat merugikan
Indonesia. Hampir seluruh kekayaan Indonesia dikuras untuk memperkaya mereka.
Banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah Belanda membuat
Indonesia sengsara dan rata-rata kehidupan rakyatnya dibawah taraf kemiskinan.
3.4
Ekonomi Indonesia Setiap Periode Pemerintahan
ORLA, ORBA & Reformasi
a.
Indonesia pada masa Orde Lama
Sejak berdirinya
negara Republik Indonesia, sudah banyak tokok-tokoh negara yang saat itu
telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik
secara individu maupun diskusi kelompok. Tetapi pada pemerintah orde lama masih
belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi negara Republik Indonesia yang
memburuk. Pada masa ini terjadi pertentangan dari kelompok-kelompok yang
kecewa tehadap pemerintah. Kabinet jatuh bangun sebagai akibat dari polarisasi
kepentingan politik yang sangat tajam. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit
presiden untuk kembali ke UUD 1945 dan menerapkan demokrasi terpimpin. Pada
perkembangan selanjutnya, kebijakan ini sangat menguntungkan kelompok PKI (kaum
kiri). Akibatnya terjadi pertentangan antara kaum kiri dengan kaum kanan, yaitu
kaum yang berbasis agama. Puncaknya, terjadi peristiwa G.30/S PKI karena PKI
yang ingin menggulingkan pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.
Masa Demokrasi
Terpimpin (1959-1967)
Sebagai
akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem
demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem
etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan
akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi
(mengikuti Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang
diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi
Indonesia.
Keadaan
ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain
disebabkan oleh :
a. Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena
beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu,
untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di
wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia
Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
b. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak
bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
c. Kas negara kosong.
d. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi,
antara lain :
a. Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh
menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP,
dilakukan pada bulan Juli 1946.
b. Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras
ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus
blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
c. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan
untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah
ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah
sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
d. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang
Ekonomi) 19 Januari 1947
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948.
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948.
e. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha
swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan
swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab
Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).
Masa Demokrasi
Liberal (1950-1957)
Masa
ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya
menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai
teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal
pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha
nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk
kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah
ekonomi, antara lain :
a. Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai
uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar
agar tingkat harga turun.
b. Program Benteng (Kabinet Natsir)
c. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank
Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai
bank sentral dan bank sirkulasi.
d. Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali
Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo
e. Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi
Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
b.
Indonesia pada masa Orde Baru
Pada masa orde baru,
konsentrasi pemerintah lebih terarah pada pembangunan ekonomi dan politik. Di
bidang ekonomi, pemerintah lebih mendorong pertumbuhan konglomeratisasi
daripada menerapkan ekonomi kerakyatan. Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan
tersebut adalah kesejahteraan rakyat tidak meningkat, kelompok yang kaya
menjadi bertambah kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Orde Baru adalah sebutan bagi masa
pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama
yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru berlangsung dari tahun
1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi
praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara
rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Orde Baru, Pada 1968, MPR
secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan
dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978,
1983, 1988, 1993, dan [[1998].
Kegiatan
pada masa Orde Baru:
a.
Politik
Presiden Soeharto
memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis
mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh
Soekarno pada akhir masa jabatannya. Orde Baru memilih perbaikan dan
perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui
struktur Administratif yang
didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. DPR
dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih
dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini
mengakibatkan Aspirasi rakyat
sering kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70%
dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga
melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.
b.
Eksploitasi sumber daya
Selama masa
pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam
secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak
merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan
besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.
c.
Warga Tionghoa
Warga keturunan
Tionghoa juga dilarang berekspresi. Sejak tahun 1967, warga keturunan dianggap
sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga
pribumi, yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak Asasi mereka. Kesenian Barongsaisecara terbuka, perayaan hari raya Imlek, dan
pemakaian Bahasa Mandarin dilarang, meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh
komunitas china indonesia terutama dari komunitas pengobatan china tradisional
karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat
yang hanya bisa di tulis dengan bahasa mandarin. Mereka pergi hingga ke
Makhamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung indonesia waktu itu memberi izin dengan
catatan bahwa china indonesia bejanji tidak menghimpun kekuatan untuk
memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. Untuk keberhasilan ini
kita mesti memberi penghormatan bagi Ikatan Naturopatis Indonesia ( I.N.I )
yang anggota dan pengurus nya pada waktu itu memperjuangkan hal ini demi
masyarakat china indonesia dan kesehatan rakyat indonesia. Hingga china
indonesia mempunyai sedikit kebebasan dalam menggunakan bahasa Mandarin.
Satu-satunya
surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia
yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Harian ini dikelola
dan diawasi oleh militer indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa
orang china indonesia bekerja juga di sana. Agama tradisional Tionghoa dilarang.
Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. Pemerintah Orde Baru
berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih
5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan
pengaruh komunisme di Tanah Air. Padahal, kenyataan berkata bahwa kebanyakan
dari mereka berprofesi sebagai pedagang, yang tentu bertolak belakang dengan
apa yang diajarkan oleh komunisme, yang sangat mengharamkan perdagangan
dilakukan. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Sebagian
lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan
dirinya.
Kebijakan
Ekonomi pada Masa Orde Baru
Pada masa Orde Baru, Indonesia melaksanakan
pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuannya adalah terciptanya
masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan
Pancasila.
Pelaksanaan
pembangunan bertumpu pada TrilogiPembangunan, yang isinya meliputi hal-hal
berikut:
a. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
b. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
c. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Pembangunan nasional pada hakikatnya adalah
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia
seluruhnya. Berdasarkan Pola Dasar Pembangunan Nasional disusun Pola Umum
Pembangunan Jangka Panjang yang meliputi kurun waktu 25-30 tahun. Pembangunan
Jangka Panjang (PJP) 25 tahun pertama dimulai tahun 1969 – 1994. Sasaran utama
PJP I adalah terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat dan tercapainya struktur
ekonomi yang seimbang antara industri dan pertanian. Selain jangka panjang juga
berjangka pendek. Setiap tahap berjangka waktu lima tahun. Tujuan pembangunan
dalam setiap pelita adalah pertanian, yaitu meningkatnya penghasilan produsen
pertanian sehingga mereka akan terangsang untuk membeli barang kebutuhan
sehari-hari yang dihasilkan oleh sektor industri. Sampai tahun 1999, pelita di
Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak 6 kali.
Dalam membiayai pelaksanaan pembangunan, tentu
dibutuhkan dana yang besar. Di samping mengandalkan devisa dari ekspor
nonmigas, pemerintah juga mencari bantuan kredit luar negeri. Dalam hal ini,
badan keuangan internasional IMF berperan penting. Dengan adanya pembangunan
tersebut, perekonomian Indonesia mencapai kemajuan. Meskipun demikian, laju
pertumbuhan ekonomi yang cukup besar hanya dinikmati para pengusaha besar yang
dekat dengan penguasa. Pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan pemerataan
dan landasan ekonomi yang mantap sehingga ketika terjadi krisis ekonomi dunia
sekitar tahun 1997, Indonesia tidak mampu bertahan sebab ekonomi Indonesia
dibangun dalam fondasi yang rapuh. Bangsa Indonesia mengalami krisis ekonomi
dan krisis moneter yang cukup berat. Bantuan IMF ternyata tidak mampu
membangkitkan perekonomian nasional. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor
penyebab runtuhnya pemerintahan Orde Baru tahun 1998.
Runtuhnya
Orde Baru
Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru
adalah adanya krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi ekonomi
Indonesia terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia.
Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat
terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan
munculnya kerusuhan sosial. Muncul demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa.
Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total.
Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada
saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu me-ninggalnya empat mahasiswa
Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa
tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin
Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut kemudian diberi gelar sebagai
“Pahlawan Reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto
berjanji akan mereshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi.
Selain itu juga akan membentuk Komite
Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR,
DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya,
Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri menolak untuk
diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan
Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998
Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan
menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini
menandai berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Orde Baru:
a. Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang
pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah
mencapai lebih dari AS$1.000
b. Sukses transmigrasi dan sukses KB
c. Sukses memerangi buta huruf Kekurangan Sistem
Pemerintahan Orde Baru
Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru:
a. Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme
b. Pembangunan Indonesia yang tidak merata
c. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan
pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)
d. Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh
banyak koran dan majalah yang ditahan
c.
Indonesia pada masa reformasi
Dalam masa reformasi, terjadi beberapa
perubahan, yaitu pemerintahan berubah menuju pemerintahan desentralisasi, peran
militer dipisahkan dari kekuasaan-kekuasaan sipil, orientasi sistem
perekonomian nasional berubah menjadi ekonomi kerakyatan yang nantinya
diharapkan dapat meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia , sistem kepartaian
berubah menjadi sistem multi partai, desakralisasi Undang-Undang Dasar 1945
yaitu proses penyesuaian Undang-Undang Dasar 1945 melalui proses amandemen, dan
kebijakan partisipatoris yaitu pembuatan kebijakan pemerintah sedapat mungkin
harus melibatkan rakyat.
Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto
mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan
jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai
berakhirnya kekuasaan Orde Baru dan dimulainya Orde Reformasi. Sidang Istimewa
MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang
demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota
lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang
menewaskan 18 orang. Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya
kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses
pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap
media massa dan kebebasan berekspresi.
Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk
melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas
dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan
politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa
petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman
Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru
muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah
atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang
terjerat pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi
politik. Bahkan, sejumlah perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta
telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk
dalam jabatan struktural.
Ketika Habibie mengganti Soeharto sebagai
presiden tanggal 21 Mei 1998. Ada 5 isu terbesar yang harus dihadapinya, yaitu:
a. Masa depan Reformasi
b. Masa depan ABRI
c. Masa depan daerah-daerah yang ingin memisahkan
diri dari Indonesia
d. Masa depan Soeharto, keluarganya, kekayaannya
dan kroni-kroninya
e. Masa depan perekonomian dan kesejahteraan
rakyat.
Berikut ini beberapa kebijakan yang berhasil
dikeluarkan B.J. Habibie dalam rangka menanggapi tuntutan reformasi dari
masyarakat :
a.
Kebijakan dalam
bidang politik
Reformasi dalam
bidang politik berhasil mengganti lima paket undang-undang masa Orde Baru
dengan tiga undang-undang politik yang lebih demokratis.
Berikut ini tiga
undang-undang tersebut :
1. UU No. 2 Tahun 1999 tentang partai politik
2. UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum.
3. UU No. 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan
Kedudukan DPR/MPR.
4. Kebijakan dalam bidang ekonomi
Untuk memperbaiki
perekonomian yang terpuruk, terutama dalam sektor perbankan, pemerintah
membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selanjutnya pemerintah
mengeluarkan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Tidak Sehat, serta UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen.
b.
Kebebasan
menyampaikan pendapat dan pers
Kebebasan menyampaikan
pendapat dalam masyarakat mulai terangkat kembali. Hal ini terlihat dari
munculnya partai-partai politik dari berbagai golongan dan ideologi. Masyarakat
bisa menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah. Di samping kebebasan
dalam menyatakan pendapat, kebebasan juga diberikan kepada pers. Reformasi
dalam pers dilakukan dengan cara menyederhanakan permohonan Surat Izin Usaha
Penerbitan (SIUP).
c.
Pelaksanaan
Pemilu
Pada masa
pemerintahan Habibie, berhasil diselenggarakan pemilu multipartai yang damai
dan pemilihan presiden yang demokratis. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai
politik. Keberhasilan lain masa pemerintahan Habibie adalah penyelesaian
masalah Timor Timur. Usaha Fretilin yang memisahkan diri dari Indonesia
mendapat respon. Pemerintah Habibie mengambil kebijakan untuk melakukan jajak
pendapat di Timor Timur. Referendum tersebut dilaksanakan pada tanggal 30
Agustus 1999 di bawah pengawasan UNAMET. Hasil jajak pendapat tersebut
menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Timor Timur lepas dari Indonesia. Sejak saat
itu Timor Timur lepas dari Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur
mendapat kemerdekaan penuh dengan nama Republik Demokratik Timor Leste dengan
presidennya yang pertama Xanana Gusmao dari Partai Fretilin.
BAB IV
PDB Pertumbuhan
dan Perubahan Struktur Ekonomi
PDB (Gross Domestic Product/GDP) adalah jumlah
nilai dari semua produk akhir barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu
kawasan di dalam periode waktu tertentu. PDB mencakup konsumsi pemerintah,
konsumsi masyarakat, investasi dan eksport dikurangi impor di dalam kawasan
tertentu. PDB merupakan salah satu indikator yang penting dalam melihat sehat
tidaknya perekonomian suatu kawasan selain untuk menakar tingkat kemakmuran
kawasan tersebut. Biasanya PDB disajikan sebagai perbandingan tahun
sebelumnya. Sebagai contohnya jika PDB tahun ke tahun Indonesia naik 5,5%
itu artinya ekonomi Indonesia bertumbuh sebanyak 5,5% selama tahun terakhir
tersebut.
Rumus
PDB :
PDB = C + I + G + (X-I)
C= Konsumsi masyarakat
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah
X = Eksport
I = Import
PDB = C + I + G + (X-I)
C= Konsumsi masyarakat
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah
X = Eksport
I = Import
4.1
Produk Domestik
Bruto
Dalam bidang ekonomi, produk domestik
bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai semua barang dan
jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan
salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. PDB diartikan sebagai
nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah
tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari
produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar
negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total
produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan
dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB
memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan. Menurut McEachern
(2000:146),
Produk Domestik Bruto atau Gross
Domestic Product (GDP) artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir
yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka
waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari
perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian
pada suatu saat. PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku)
merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan PDB riil
(atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan
memasukkan pengaruh dari harga.
4.2
Pertumbuhan dan
Struktur Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan
berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan
pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk
bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari
juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap
tahun. Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total
dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan
disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan
pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.Pembangunan ekonomi tak dapat
lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar
proses pembangunan ekonomi. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah
proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam
bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan
ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya
pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, social dan teknik.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, social dan teknik.
Proses pembangunan ekonomi merubah struktur ekonomi secara
mendasar:
a. Sisi permintaan
agregat, pendalaman struktur ekonomi didorong oleh peningkatan national income
yang berpengaruh terhadap selera masyarakat yang terefleksi dalam pola
konsumsinya.
b. Sisi penawaran agregat,
faktor pendorong utamanya adalah perubahn teknologi, peningkatan SDM, dan
penemuan material baru untuk produksi.
4.3
Faktor – Faktor
Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Subandi, dalam bukunya Sistem Ekonomi
Indonesia, menulis bahwa factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
Indonesia secara umum, adalah:
1. faktor produksi
2. faktor investasi
3. faktor perdagangan luar
negeri dan neraca pembayaran
4. faktor kebijakan moneter dan
inflasi
5. faktor keuangan Negara
Sedangkan Tambunan, dalam bukunya
Perekonomian Indonesia, menulis bahwa di dalam teoti-teori konvensional,
pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari
factor-faktor produksi seperti SDM, kapital, teknologi, bahan baku,
enterpreneurship dan energi. Akan tetapi, factor penentu tersebut untuk
pertumbuhan ekonomi jangka panjang, bukan pertumbuhan jangka pendek. Dengan
kata lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik, sama
atau lebih buruk dari tahun 2000 lebih ditentukan oleh faktor-faktor yang
sifatnya lebih jangka pendek, yang dapat dikelompokkan ke dalam faktor internal
dan eksternal.
1. Faktor-faktor
Internal
a.
Faktor ekonomi, antara lain :
a)
Buruknya fundamental ekonomi nasional
b)
Cadangan devisa
c)
Hutang luar negeri dan ketergantungan import
d)
Sector perbankan dan riil
b.
Faktor non ekonomi, antara lain :
a)
Kondisi politik, social dan keamanan
b)
PMA dan PMDN
c)
Pelarian modal ke luar negeri
d)
Nilai tukar rupiah
2.
Faktor-faktor Eksternal:
Kondisi perdagangan dan perekonomian
regional atau dunia
BAB V
PENUTUP
A.
Sistem
Ekonomi Indonesia
Dengan
demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi
kepada PANCASILA. Dalam sistem ekonomi pancasila, perekonomian liberal maupun
komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah
serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu
terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang
berkaitan.
Indonesia seharusnya sudah belajar pada krisis
ekonomi dan moneter yang mengguncang dunia pada tahun 1998, dengan hanya sektor
pertanian dan perkebunan yang tumbuh positif dan turut menyelamatkan ekonomi
domestik. Belajar dari kasus itu, Indonesia sudah saatnya
memberi perhatian utama pada bidang pertanian dan perkebunan, agar bisa keluar
dari krisis pangan yang kini mengancam dunia. Maka dari itu setiap komoditas
harus didekati secara spesifik karena masing-masing memiliki spesifikasi yang
berbeda. Pertumbuhan Ekonomi di
setiap negara berbeda - beda tergantung dari tingkat pendapatan per kapita
suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa besar pendapatan / penghasilan
dari penduduknya. Jika pendapatan
Negara itu tinggi maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika
pendapatan suatu negara itu di bawah rata ± rata maka pertumbuhan ekonominya
juga rendah.
B.
Sejarah
Ekonomi Indonesia
Perekonomian Indonesia sejak masa penjajahan,
pemerintahan masa orde lama hingga masa reformasi masih mengalami beberapa
gejolak. Perekonomian Indonesia masih jatuh bangun. Hal itu dapat dilihat dari
:
1.
Kemiskinan yang masih ada
2.
Pengangguran tingkat tinggi dikarenakan jumlah
lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja
3.
Maraknya para koruptor karena okum di negeri ini
kurang tegas (Indonesia termasuk dalam 5 terbesar Negara terkorup
didunia)
4.
Masih terjadi kesenjangan ekonomi antara
penduduk yang miskin dan yang kaya
5.
Masih memiliki hutang ke luar negeri
C.
PDB
Pertumbuhan & Perubahan Struktur Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi disetiap negara
pun berbeda beda tergantung dengan
pendapatan perkapita itu sendiri dan tergantung dengan pendapatan penduduknya. Semakin tinggi pendapatan penduduknya maka akan semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi di Negaratersebut
dan sebaliknya dengan rendah nya pendapatan penduduk itu sendiri maka
akan berdampak pada rendahnya pendapatan nasional pada Negara itu sendiri. Pertumbuhanekonomi
pada zaman sekarang ini berdampak pada kehidupan penduduk suatu Negara.Semua
berpengaruh pada kesejahteraan rakyat banyak. Oleh karena itu Negara pun
terusmemajukan pendapatan nasional mereka dengan menaikkan harga-harga
kebutuhan pokokseperti bahan bakan minyak (BBM) dengan menjadikan pendapatan
nasional yang akan lebih baik dan tingkat perekonomian kita pun semakin
baik.
DAFTAR PUSTAKA
http://liavietri.blogspot.com/2010/02/pengertian-sistem.html
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2014/02/sistem-ekonomi-di-indonesia.html
http://anggawibisono-on-sharetask.blogspot.com/p/blog-page_3240.html
https://diananggraeni51.wordpress.com/2014/03/16/sistem-ekonomi-kapitalisme-dan-sosialisme/
https://capunkalexander.wordpress.com/2012/04/13/bab-3-sistem-ekonomi-indonesia/
http://bundahega.blogspot.com/2013/07/perkembangan-perekonomian-indonesia.html
https://nhenystie.wordpress.com/2014/03/15/sistem-ekonomi-liberal-kapitalis/
http://laendadhikadewi.blogspot.com/2014/03/sejarah-ekonomi-indonesia-sejak-orde.html
http://mindsetbisnisonline.com/produk-domestik-bruto/
http://pertumbuhanekonomiindonesia-indra.blogspot.com/2010/11/pertumbuhan-ekonomi-perubahan-struktur.html
http://ahmadfuadsobirin.blogspot.com/2011/03/pdbpertumbuhan-dan-perubahan-struktur.html
http://galihprikitiw.blogspot.com/2012/04/sistemperekonomian-indonesia-dari-masa.html
http://idayoce.blogspot.com/2013/12/paham-indonesia-pada-masa-prakolonial.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar